eco farming logo

Cari Sesuatu

Terjemahan

Facebook

Siapa Online

We have 4 guests online

Statistik

Content View Hits : 158841
Home Buddhayana
Buddhayana
PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, April 15 2010 09:48

Buddhayana [佛乘] merupakan sebuah gerakan agama Buddha Indonesia yang menghargai semangat pluralisme, inklusive, dan non-sektarian. Didalam wihara-wihara Buddhayana semua aliran utama agama Buddha dapat hidup bersama secara damai dan berkembang bersama dengan beradaptasi pada budaya lokal, budaya Indonesia.

 

Alm. Mahabiksu Ashin Jinarakkhita

Setelah menamatkan studinya di Universitas Gronigen Belanda, beliau mengajar di beberapa sekolah di Jakarta. Disaat itu beliau aktif di Pemuda Theosofi dan Gabungan Sam Kaw [三教] Indonesia, serta mempelopori perayaan Waisak Nasional yang pertama di Candi Borobudur pada tahun 1953. Pada tahun yang sama, bertepatan dengan perayaan pencerahan sempuran Bodhisattva Avalokitesvara (Guan Yin, 觀音菩薩) , The Boan An ditahbiskan oleh mendiang Mahabiksu Ben Qing  [本清老和尚] sebagai samanera dengan nama Ti Zheng [體正]. Kemudian beliau belajar meditasi vipassana di Birma (Myanmar) dibawah bimbingan Mahasi Sayadaw serta ditahbiskan sebagai biksu oleh beliau, dan diberi nama Jinarakkhita [體正老和尚]. Beliau merupakan putra Indonesia pertama yang menerima pentahbisan biksu sejak runtuhnya kerajaan Sriwijaya dan Majapahit.

Sekembalinya ke tanah air, beliau aktif mengajarkan meditasi dan memberikan ceramah ke berbagai pelosok di Indonesia. Beliau mendorong berdirinya wihara dan perkumpulan Buddhis dari kota hingga ke desa-desa. Atas usahanya yang giat inilah, agama Buddha mulai bangkit kembali.

Pada tahun 1955 berdirilah Persaudaraan Upasaka-Upasika Indonesia (PUUI) sebagai wadah umat Buddha Indonesia, yang bertugas membantu sangha. Dalam perjalanan sejarahnya, PUUI sempat beberapa kali ganti nama, dan sekarang menggunakan nama Majelis Buddhayana Indonesia (MBI).

Pada tahun 1960 juga berdiri Sangha Suci Indonesia sebagai wadah bagi para monastik (biksu/biksuni), pada tahun 1963 namanya disesuaikan menjadi Maha Sangha Indonesia. Tahun 1974 Maha Sangha Indonesia kembali melebur menjadi Sangha Agung Indonesia yang beranggotakan biksu/biksuni dari aliran Therawada, Mahayana dan Tantrayana.

Last Updated on Friday, July 23 2010 04:02
 




Powered by Joomla!. Designed by: free Joomla 1.5 template  Valid XHTML and CSS.